serliblog.blogspot.com - Ini Posting kelanjutan dari post Ribetnya Membuang Sampah di Jepang
Sampah Khusus
Dua contoh: Shinjuku (Tokyo) dan Yokohama
Sebagai contoh, betapa sekedar membuang sampah saja kini sudah menjadi tugas yg rumit, mari kita tengok contoh sistem pembuangan sampah di dua tempat, yaitu Shinjuku (distrik perkantoran, perbelanjaan dan tempat tinggal di pusat Tokyo), dan di kota Yokohama.
Kita coba tengok lihat sistem yg dijalankan di distrik Shinjuku, di bagian pusat ibukota Tokyo. Shinjuku merupakan daerah perkantoran dan pertokoan yg ramai, dan jg perumahan. Pengambilan sampah yg berasal dari rumah tangga biasa adlh gratis (untuk sampah barang yg bisa terbakar dan tak terbakar, dan sampah barang-barang yg dpt didaur ulang). Untuk sampah dari toko dan bisnis dikenakan biaya.
Sampah Pabrik
Maishima Incineration Plant
Pabrik ni dibangun pd 1997 dan selesai tahun 2001. Di dalamnya ada mesin pembakaran sampah raksasa. Bagaimana tak raksasa, sekali bakar mesin incenerator ni mampu membakar 450 ton sampah sekaligus. Dalam sehari, mesin ni membakar sampah dua kali.
Sampah-sampah dari seluruh kota Osaka masuk ke pabrik ni menggunakan truk sampah khusus. Sejak di pintu gerbang, sampah telah dipisahkan mana yg bisa dibakar dan mana yg tak bisa dibakar. Truk kemudian masuk ke lokasi penampungan sampah.
Ruang itu sangat bersih. Hampir tak terlihat sama sekali sampah berserakan dari proses penurunan sampah dari truk. Kalau dilihat dari bagian atas pabrik, tampak truk-truk itu seperti mobil mainan di tengah pabrik yg sangat besar.
Sampah ditampung dlm penampungan raksasa. Sebuah capit raksasa siap memindahkan sampah tersebut ke mesin incenerator. Sekali capit, sampah dari enam truk sampah terangkut masuk ke incenerator.
Di incenerator, sampah dibakar dgn suhu mencapai 950 derajat celcius. Pembakaran itu menghasilkan panas. Panas tersebut digunakan untk berbagai kepentingan di antaranya untk pemanas ruangan, pemanas air, dan pembangkit listrik bagi pabrik itu sendiri.
Selain itu, pabrik ni mampu menjual listrik hasil pengolahan sampah tersebut ke perusahaan listrik di kota itu. Tahun lalu, Kansa Elektric Power—perusahaan listrik di Osaka—menerima 50 juta kilowatt listrik dari pabrik pembakaran sampah Maishima.
Pabrik yg ada hanyalah salah satu dari 10 pabrik serupa yg ada di Osaka. Tak mengherankan jika masalah sampah di sana sudah teratasi. Incenerator itu semuanya berteknologi tinggi sehingga biayanya pun sangat besar. Tapi dibandingkan dgn hasilnya, tentu sepadan.
Terlihat seperti pabrik pembakaran sampahkah?:
Pengalaman Osaka ni bisa menjadi pelajaran bagi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya Jakarta yg tiap hari selalu mengalami masalah sampah.
0 Response to "RIBETNYA MEMBUANG SAMPAH DI JEPANG (PART 2)"
Post a Comment