This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

RIBETNYA MEMBUANG SAMPAH DI JEPANG (PART 2)

serliblog.blogspot.com - Ini Posting kelanjutan dari post Ribetnya Membuang Sampah di Jepang

Sampah Khusus

Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)
Apa saja yg termasuk sampah besar? Lemari, meja, dsb. Sedangkan sampah besar khusus adlh AC, pesawat televisi, lemari es, freezer, mesin cuci, kompor dan sejenisnya. Bila barang elektronik besar/ mesin yg dibuang telah diganti dgn barang sejenis dari merk yg sama, maka pemilik barang dpt menghubungi toko / agen penjual untk membicarakan pembuangan barang lama tersebut. Mungkin agen yg bersangkuta akan mengambil barang lama itu untk dikirim ke pusat daur-ulang perusahaan pembuatnya. Untuk komputer dan monitor, ada aturan tersendiri, tergantung daerahnya, tapi pd umumnya pemilik komputer yg ingin membuang komputernya harus menghubungi agen perusahaan pembuatnya agar barang dpt diambil / pemilik dpt mengantarkan barang bekas tersebut ke tempat yg ditunjuk kelak didaur-ulang berbagai komponennya. Barang demikian tak bisa dibuang di lokasi pembuangan sampah. Pelanggaran yg terjadi dlm pelaksanaan pembuangan sampah, seperti meninggalkan sampah besar begitu saja, akan dikenai sanksi yg cukup keras.



Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)
Dua contoh: Shinjuku (Tokyo) dan Yokohama
Sebagai contoh, betapa sekedar membuang sampah saja kini sudah menjadi tugas yg rumit, mari kita tengok contoh sistem pembuangan sampah di dua tempat, yaitu Shinjuku (distrik perkantoran, perbelanjaan dan tempat tinggal di pusat Tokyo), dan di kota Yokohama.


Kita coba tengok lihat sistem yg dijalankan di distrik Shinjuku, di bagian pusat ibukota Tokyo. Shinjuku merupakan daerah perkantoran dan pertokoan yg ramai, dan jg perumahan. Pengambilan sampah yg berasal dari rumah tangga biasa adlh gratis (untuk sampah barang yg bisa terbakar dan tak terbakar, dan sampah barang-barang yg dpt didaur ulang). Untuk sampah dari toko dan bisnis dikenakan biaya.

Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)Pada dasarnya, pemda menghendaki agar toko dan bisnis mengurus sendiri pembuangan dan pengambilan sampah mereka (melalui perusahaan pengambil sampah dan perusahaan pemungut barang-barang yg dpt didaur-ulang). Tapi pemda bersedia menangani sampah dari toko / bisnis asal saja kurang dari 50kg per hari, dan untk itu mereka harus menempelkan stiker khusus (stiker bayar). Seperti dpt dilihat pd contoh gambar sticker khusus untk sampah dgn berat lebih dari 50kg, pihak yg akan membuang sampah harus membayar sejumlah uang 600 Yen / Rp60.000,-.


Sampah Pabrik

Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)Pengelolaan sampah di Osaka, salah satunya, ada di istana bermain warna-warni yg bernama Maishima Incineration Plant / Pabrik Pembakaran Sampah Maishima. Bentuk gedungnya unik tak memperlihatkan sama sekali bahwa itu adlh tempat pengolahan sampah. Benar-benar kalau dari luar tampak seperti istana bermain.
Maishima Incineration Plant






Pabrik ni dibangun pd 1997 dan selesai tahun 2001. Di dalamnya ada mesin pembakaran sampah raksasa. Bagaimana tak raksasa, sekali bakar mesin incenerator ni mampu membakar 450 ton sampah sekaligus. Dalam sehari, mesin ni membakar sampah dua kali.

Sampah-sampah dari seluruh kota Osaka masuk ke pabrik ni menggunakan truk sampah khusus. Sejak di pintu gerbang, sampah telah dipisahkan mana yg bisa dibakar dan mana yg tak bisa dibakar. Truk kemudian masuk ke lokasi penampungan sampah.

Ruang itu sangat bersih. Hampir tak terlihat sama sekali sampah berserakan dari proses penurunan sampah dari truk. Kalau dilihat dari bagian atas pabrik, tampak truk-truk itu seperti mobil mainan di tengah pabrik yg sangat besar.
Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)
Sampah ditampung dlm penampungan raksasa. Sebuah capit raksasa siap memindahkan sampah tersebut ke mesin incenerator. Sekali capit, sampah dari enam truk sampah terangkut masuk ke incenerator.

Di incenerator, sampah dibakar dgn suhu mencapai 950 derajat celcius. Pembakaran itu menghasilkan panas. Panas tersebut digunakan untk berbagai kepentingan di antaranya untk pemanas ruangan, pemanas air, dan pembangkit listrik bagi pabrik itu sendiri.

Selain itu, pabrik ni mampu menjual listrik hasil pengolahan sampah tersebut ke perusahaan listrik di kota itu. Tahun lalu, Kansa Elektric Power—perusahaan listrik di Osaka—menerima 50 juta kilowatt listrik dari pabrik pembakaran sampah Maishima.

Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)
Pabrik yg ada hanyalah salah satu dari 10 pabrik serupa yg ada di Osaka. Tak mengherankan jika masalah sampah di sana sudah teratasi. Incenerator itu semuanya berteknologi tinggi sehingga biayanya pun sangat besar. Tapi dibandingkan dgn hasilnya, tentu sepadan.

Terlihat seperti pabrik pembakaran sampahkah?:

Pengalaman Osaka ni bisa menjadi pelajaran bagi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya Jakarta yg tiap hari selalu mengalami masalah sampah.

0 Response to "RIBETNYA MEMBUANG SAMPAH DI JEPANG (PART 2)"

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *