This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

KIAT TEGAR SETELAH DITINGGAL WAFAT SUAMI 45640

serliblog.blogspot.com - Menjalani hari-hari setelah ditinggal suami bukanlah perkara mudah. Apapun penyebab Almarhum berpulang, entah itu karena sakit / kecelakaan, butuh waktu bagi kita juga anak-anak yg ditinggalkan untuk beradaptasi dgn kondisi hidup tanpa Ayah. Kehadiran Ayah sebagai tempat sandaran anggota keluarga, tulang punggung keluarga tentu amat sangat berarti. Namun, jika takdir sudah sampai pada waktunya, tidak ada satupun makhluk yg dapat menolaknya.

Hal tersebut terjadi pada diri saya, tanggal 8 Februari 2014 lalu, suami berpulang ke Rahmatulloh karena sakit. Beliau meninggal dalam usia 43 tahun meninggalkan saya dan 4 anak yg masih kecil-kecil ( sulung 2 SMP dan bungsu 1 SD). Atas pertolongan Allah Swt, saya dan anak-anak diberikan kemampuan untuk tabah dan tegar menghadapi kenyataan yg ada. Kami sangat sedih, namun kesedihan tidak membuat kami larut dan melupakan kewajiban. Anak-anak kembali bersekolah tak lama setelah Almarhum wafat, bahkan salah satu putraku tetap mengikuti Try Out di hari Senin, 1 hari setelah Almarhum wafat.
Banyak teman senasib datang mengadu kepada saya. Sebagian merasa sudah tak sanggup lagi melanjutkan hidup tanpa suami. Perasaan putus asa begitu besar menghantui, rasanya hidup perlu untuk segera diakhiri. Naudzubillah…
Sering pula mereka bertanya, apa gerangan yg menyebabkan saya dan anak-anak mampu segera bangkit melanjutkan hidup. Mereka seringkali melihat status di Facebook milik saya, ada beberapa prestasi dan kegiatan yg saya peroleh selepas Almarhum wafat. Saya terlihat aktif dan memiliki banyak kegiatan yg bersifat positif. Mereka sering bertanya “Apa sih kiat tegar setelah ditinggal suami wafat?.”
Kiat Tegar Setelah ditinggal Wafat Suami
Berikut ini saya bagikan, apa yg harus dilakukan seorang wanita agar mampu tegar menghadapi kematian suami :
11. Selalu mendekatkan diri pada Sang Kuasa
Mendekatkan diri pada Sang Kuasa adalah hal utama yg tidak boleh dilupakan. Kenyataan bahwa suami berpulang makin menyadarkan diri bahwa ada kuasa yg tidak dapat kita lari daripadanya, yakni maut.
Meyakini adanya zat Maha Kuasa, akan menyadarkan kita untuk senantiasa mengawali hari dgn namaNya. Berkegiatan selalu merasa dinaungiNya. Serta selalu memiliki semangat karena ada zat yg kekal selalu menemani hari-hari kita.
22. Beri waktu yg cukup pada diri untuk menerima kenyataan yg ada
Perasaan duka dan tidak menerima kenyataan ditinggal suami wafat pasti menyeruak dan meninggalkan luka yg amat dalam. Hal yg sama dialami oleh anggota keluarga lainnya. Terutama anak-anak, mereka adalah makhluk yg juga paling terluka dgn musibah ini.

Berilah waktu pada diri untuk merasakan kesedihan, namun janganlah berkepanjangan. Janganlah terlalu mengasihani diri. Pikirkanlah bahwa dalam hidup ada episode perjumpaan dan perpisahan. Cepat / lambat, kita pasti akan mengalami hal tersebut. Dan kematian adalah salah satu bentuk perpisahan dariNya.
33. Cari kesibukan berdasarkan hobi Anda
Bulan-bulan pertama pasti Anda disibukkan dgn urusan administrasi menyangkut kematian suami. Hal tersebut sangat menyita waktu dan tenaga. Walaupun demikian, urusan administrasi tersebut haruslah Anda selesaikan, dan tidak dapat diwakilkan.
Jika urusan tersebut telah beres, Anda dapat memulai mencari kegiatan positif. Kegiatan yg dilakukan bisa berdasarkan hobi yg Anda miliki. Saya pribadi, saat itu telah lebih dulu mengambil cuti panjang sampai dgn bulan September untuk mengurusi suami yg sakit. Karena takdir berkata lain, akhirnya memilih mengisi waktu dgn menajamkan hobi saya di bidang kepenulisan. Untuk itu, saya bergabung dgn kominitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), mengikuti kegiatan di Sekolah Perempuan (SP) melalui jalur bea siswa. Mengikuti kelas tunggal kepenulisan artikel serta kelas Optimasi Blog Personal (OBP). Saya pun aktif menulis buku serta mengembangkan bisnis Daycare. Untuk mengembangkan Daycare, saya ikuti pelatihan Public Speaking serta pembuatan Business Plan yg diadakan komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) dan Sekolah Bisnis Online (SBO).
44. Bergabung di komunitas
Bergabung di komunitas adalah pilihan saya berikutnya. Dengan bertemu banyak orang, saya memperoleh banyak pencerahan yg memperkaya jiwa. Saya bahkan banyak bertemu dgn ‘kawan senasib’ yg telah lebih dulu ditinggal wafat suami.
Bergabung di komunitas membuat hidup terasa lebih berwarna. Kita tidak akan pernah merasa sendiri. Ada banyak orang di sekeliling yg selalu memberikan semangat dalam hidup kita. Tentunya komunitas tempat kita begabung adalah komunitas positif.
55. Berfikir positif dan berjiwa besar.
Kedekatan pada Sang Maha Kuasa akan melahirkan pikiran postif dan membuat kita berjiwa besar. Kita menyadari bahwa segala apa yg terjadi di dunia ini tak lepas dari kehendakNya.
Kita tidak akan pernah merasa takut kelaparan, kehabisan uang, hidup terlantar. Karena keyakinan bahwa ada Tuhan yg menjamin rejeki, hidup serta mati kita. Sambil tentunya kita senantiasa berupaya mencari rejeki yg halal.
Bertindaklah selalu tanpa melanggar aturanNya, karena itulah yg akan menjadikan kita sebagai hamba Alloh Swt yg bertaqwa. Untuk hamba yg bertaqwa, Alloh Swt berjanji akan mendatangkan rejeki dari arah yg tidak disangka-sangka. Yakinlah beserta kesulitan ada kemudahan. Berpikir positif akan melahirkan jiwa besar.

66. Anda adalah matahari keluarga
Sadarilah bahwa sebagai seorang ibu, Anda adalah matahari keluarga. Bagaimana mungkin anak-anak akan menjadi sosok tegar, jika hari-hari Anda diwarnai ratapan.

Berbicaralah dari hati ke hati bersama anak-anak. Sampaikan bahwa Anda mersakan kesedihan layaknya yg mereka alami saat ini.
Sampaikan pada Ananda, bahwa Ayah mereka tetap ada, namun di alam yg berbeda. Ajaklah mereka untuk sama-sama berjuang menjadi pribadi berprestasi dgn menjadi Ibu dan anak-anak yg sholeh, sehingga membuat Almarhum suami bangga.

Siapa sih yg mau ditinggal wafat suami? Jika Ada ‘peran pengganti’ barangkali Anda akan menyerahkan posisi ini pada mereka. Namun kenyataan hidup berkata lain, takdir itu justru sampai begitu cepatnya. Apa yg harus dilakukan? Segeralah bangkit dan praktekkan kiat-kiat di atas. Yuk kita Move On dan buat bangga kekasih hati kita di alam sana, dgn kesalehan dan prestasi yg Anda miliki. Aamiin.Kiat Tegar Setelah ditinggal Wafat Suami Ditinggal Wafat Taufiq Kiemas Megawati harus tegar menerima kenyataan. Sang suami, Setelah disalatkan di Bandara Halim Perdana Kusuma, 10 Kiat Tegar Menghadapi Cobaan wafat, aku pun menyebut do Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu Abu Salamah suamiku wafat, Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu 0 comments 10 kiat tegar menghadapi

source : http://merdeka.com, http://news.detik.com, http://ummi-aleeya.blogspot.com

0 Response to "KIAT TEGAR SETELAH DITINGGAL WAFAT SUAMI 45640"

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *